Makan Empat Korban, White Collar Boxing Jadi Sorotan di Inggris

4 hours ago 6

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju - White Collar Boxing atau tinju amatir nonprofesional kembali menjadi sorotan di Inggris setelah investigasi mengungkap berbagai persoalan terkait aspek keselamatan peserta. Dalam kurun waktu 2017 hingga 2025, tercatat empat peserta meninggal dunia dalam kegiatan yang berkaitan dengan promotor Ultra White Collar Boxing, atau UWCB.

Jumlah tersebut bahkan melampaui angka kematian yang terjadi di tinju profesional Inggris pada periode yang sama. Seluruh korban mengalami cedera serius yang berkaitan dengan benturan di kepala, baik saat pertandingan maupun sesi latihan.

Kasus pertama menimpa Alastair Peck pada 2017, disusul Dominic Chapman pada 2022, Jubal Reji Kurian pada 2023, dan Owen Henderson pada 2025. Tiga kasus telah diputus sebagai kecelakaan oleh koroner, sementara penyelidikan atas kematian Henderson masih berlangsung.

Investigasi juga menyoroti sistem pelatihan yang diterapkan UWCB. Program tersebut hanya berlangsung selama delapan minggu dan ditujukan bagi masyarakat umum, termasuk peserta yang sama sekali belum memiliki pengalaman bertinju. Berdasarkan panduan resmi, latihan sparring penuh seharusnya baru dimulai pada pekan kelima. Namun, pengalaman langsung seorang jurnalis Boxing News yang mengikuti program itu menunjukkan peserta sudah didorong melakukan sparring sejak pekan kedua.

Hal tersebut mendapat perhatian dari dokter ring sekaligus mantan Kepala Medis British Boxing Board of Control, Dr Neil Scott. Menurutnya, petinju pemula belum memiliki kemampuan membaca arah pukulan maupun melindungi diri secara memadai sehingga risiko cedera menjadi jauh lebih besar.

Selain itu, peserta White Collar Boxing hanya diwajibkan mengisi formulir kesehatan secara mandiri tanpa pemeriksaan medis menyeluruh atau pemindaian otak. Padahal, petinju amatir dan profesional di Inggris diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan resmi sebelum diizinkan bertanding.

Investigasi juga menemukan adanya keluhan mengenai proses pencocokan lawan. Beberapa peserta mengaku harus berlatih maupun bertanding melawan lawan yang lebih besar atau lebih berpengalaman. Bahkan terdapat kasus peserta pengganti yang memiliki selisih berat badan cukup jauh dengan calon lawannya.

UWCB membantah telah mengabaikan aspek keselamatan. Pihak promotor menyatakan seluruh pertandingan didukung tenaga medis, paramedis, ambulans, serta sistem penilaian untuk menentukan lawan berdasarkan berat badan, kebugaran, dan kemampuan peserta.

Meski demikian, berbagai tragedi tersebut mendorong pemerintah Inggris bersama British Boxing Board of Control dan England Boxing membahas perubahan regulasi White Collar Boxing. Salah satu usulan yang sedang dikaji adalah mewajibkan seluruh peserta berlatih dan bertanding di bawah klub tinju amatir yang berada dalam pengawasan badan resmi.

Bagi keluarga para korban, perubahan aturan dinilai sangat penting agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. Mereka berharap olahraga yang bertujuan menggalang dana amal itu dapat menerapkan standar keselamatan yang jauh lebih ketat sehingga keselamatan peserta benar benar menjadi prioritas utama.

Artikel Tag: tinju dunia, tinju amatir, tinju inggris raya

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/makan-empat-korban-white-collar-boxing-jadi-sorotan-di-inggris

Read Entire Article
International | Politik|