Ligaolahraga.com -
Berita MotoGP - Performa Maverick Vinales yang terus menurun bersama KTM Tech3 memunculkan banyak kritik sepanjang MotoGP 2026. Namun, mantan manajernya, Pablo Nieto, justru menilai pabrikan Austria itu terlalu cepat kehilangan kepercayaan kepada pembalap asal Spanyol tersebut.
Masa depan Maverick Vinales di MotoGP semakin dipenuhi tanda tanya setelah menjalani musim 2026 yang jauh dari harapan bersama KTM Tech3. Rentetan hasil buruk, cedera, hingga kritik terbuka dari tim membuat posisinya semakin tertekan.
Situasi memuncak usai MotoGP Jerman, ketika Vinales memutuskan mengakhiri balapannya lebih awal. Keputusan itu memicu kekecewaan dari KTM dan Tech3 yang menganggap sang pembalap kembali gagal memenuhi ekspektasi tim.
Padahal, Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, mengakui motor RC16 memang mengalami persoalan yang berkaitan dengan aspek keselamatan. Meski demikian, sorotan negatif tetap lebih banyak diarahkan kepada Vinales.
Pablo Nieto, yang kini menjabat sebagai manajer tim VR46, menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya adil. Pria yang pernah mengantarkan Vinales meraih gelar juara dunia Moto3 pada 2013 itu percaya cedera menjadi titik awal menurunnya kepercayaan KTM kepada mantan anak didiknya.
"Sayangnya, dalam olahraga seperti ini, orang hanya mengingat apa yang Anda lakukan di balapan terakhir," ujar Nieto kepada Mundo Deportivo.
"Saya dan Maverick pernah bersama-sama menjuarai Moto3. Dia adalah salah satu pembalap paling bertalenta yang pernah saya lihat. Namun, dia tidak beruntung karena terus diganggu cedera."
Menurut Nieto, absennya seorang pembalap akibat cedera sering kali membuat tim bergerak cepat mencari solusi lain tanpa lagi memberikan perhatian yang sama kepada pembalap tersebut.
"Begitu cedera membuat Anda melewatkan beberapa balapan, mereka bisa melupakan Anda hanya dalam sehari. Bahkan, mereka nyaris tidak lagi membicarakan Anda. Mungkin itulah yang terjadi pada Maverick," katanya.
Nieto juga menduga minimnya dukungan dari tim dan pabrikan membuat motivasi Vinales terus menurun sepanjang musim ini.
"Kalau hasil tidak datang, Anda tidak puas dengan motor maupun tim, lalu merasa tidak mendapat dukungan yang diharapkan dari pabrikan, tentu semuanya menjadi sangat berat. Dari pengamatan saya, Maverick tampaknya sudah mulai kehabisan energi secara mental," ucap Nieto.
Spekulasi mengenai pensiun dini Vinales dari MotoGP pun semakin menguat. Meski KTM disebut berpeluang mengakhiri kerja sama lebih cepat, situasi yang terjadi sepanjang musim membuat kedua belah pihak tampaknya sama-sama sulit menemukan jalan keluar terbaik.
Artikel Tag: maverick vinales, ktm, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/ktm-dinilai-terlalu-cepat-tinggalkan-maverick-vinales


















































