Kemenkes Wanti-Wanti Penularan Campak 18 Kali Lebih Tinggi dari Covid

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mewanti-wanti tingkat penularan campak bisa 18 kali lebih tinggi dari virus Covid-19.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkap, jika Covid rata-rata hanya menularkan tiga hingga empat orang dari satu orang terpapar, campak bisa hingga 18 orang sekaligus.

"Jadi kalau Covid dulu di awal-awal satu orang nularin tiga, nularin empat, waktu Omicron bisa delapan gitu ya. Nah, campak ini satu orang bisa nularin sampai 18. Katanya sih rata-rata 15," kata Budi dalam rapat di Komisi IX DPR, Senin (20/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini penyakit yang di seluruh dunia, penyakit menular yang paling menular. Paling menular," imbuhnya.

Meski begitu, Budi mengatakan campak bukan tidak bisa ditangani. Saat ini, perawatan hingga vaksin untuk mencegah penularan campak telah tersedia. Tingkat fatalitas penyakit tersebut hanya terjadi oleh efek samping, misalnya infeksi di paru-paru atau otak.

"Jadi meninggalnya karena efek samping dari penyakit ini sendiri, sama seperti Covid juga meninggalnya karena efek samping dari antibodinya kita terhadap virus itu," katanya.

Di sisi lain, meski termasuk jenis penyakit paling menular, campak juga tidak semematikan ebola atau tuberkulosis (TBC). Sehingga, tingkat fatalitas juga bisa disebabkan karena vaksinasi yang tidak dilakukan.

"Ini penyakit menular yang paling tinggi penularannya. Kemudian sebenarnya tidak apa istilahnya, tidak semematikan penyakit seperti Ebola atau even Tuberkulosis, dan penyebab kematiannya adalah karena efek sampingnya, karena efek sampingnya," kata Budi.

(thr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|