Kegigihan Buahkan Hasil Positif Bagi Matteo Berrettini

4 hours ago 9

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Sampai pekan ini, kali terakhir Matteo Berrettini lolos ke babak ketiga atau lebih dari itu secara beruntun di Grand Slam terjadi empat musim setengah yang lalu saat ia lolos ke final Wimbledon.

Petenis berusia 30 tahun telah mengalami frustasi akibat sejumlah cedera yang memaksanya menepi dari turnamen ATP dalam banyak kesempatan. Ia menjalani operasi tangan pada musim 2022, diikuti dengan masalah pada otot perut, pergelangan kaki, kaki kanan, dan pinggul. Bahkan musim ini, ia masih terus dihantui masalah fisik dengan cedera teranyar yang menyerang pinggul telah memaksanya mundur dari perempatfinal French Open bulan lalu.

Namun, petenis berkebangsaan Italia menolak menyerah setelah ia berusaha melangkah lebih jauh di Wimbledon musim ini dengan kini ia melangkah ke babak ketiga usai mengalahkan petenis unggulan ke-20, Arthur Fils.

“Di awal musim ini, saya berlatih dengan benar-benar baik. Saya harus menghubungkan beberapa titik agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Saya lega bahwa saya melakukannya,” ungkap Berrettini.

“Kadang-kadang olahraga membutuhkan sedikit kesabaran. Saya pikir saya cukup sabar dan saya mengambil keputusan tepat di awaktu yang tepat. Saya benar-benar puas levelnya tinggi, intensitasnya tinggi. Keinginan untuk bermain dan menikmati waktu saya di lapangan cukup tinggi. Itu yang saya cari. Itulah mengapa saya merasa gembira.”

Petenis berkebangsaan Italia pernah menghuni peringkat 6 dunia dan sampai saat ini telah mengantongi sepuluh gelar turnamen ATP. Ia menjadi petenis putra pertama dari negaranya yang melakoni final Wimbledon sekaligus menjadi petenis putra pertama Italia yang maju ke perempatfinal di keempat Grand Slam.

“Ketika saya masih lebih muda, saya ingin sukses. Saya ingin menjadi lebih baik. Kini, dengan cara saya sendiri, saya telah berhasil,” renung Berrettini.

“Cinta untuk olahraga ini tetap sama. Cinta untuk kompetisi, cinta untuk memaksa sampai batas kemampuan saya, selalu sama. Saya 30 tahun saat ini. Saya bukan 20 tahun lagi. Kehidupan sedikit berubah. Kadang-kadang saya suka berpikir saya adalah anak yang sama yang mulai bermain tenis sejak lama.”

Karier petenis peringkat 51 dunia penuh dengan kegigihan, sesuatu yang ia akui ia pelajari berkat bantuan tenis.

“Tenis mengajarkan anda untuk bersabar karena anda bisa bermain dengan lebih baik daripada lawan, tetapi jeda tidak kunjung datang, hasil tidak kunjung datang, tetapi anda harus mempercayai prosesnya. Intinya tenis adalah hal itu,” lanjut Berrettini.

Demi kembali ke babak keempat Wimbledon, Berrettini akan berduel melawan petenis berkebangsaan Bulgaria, Grigor Dimitrov.

Artikel Tag: grigor dimitrov, wimbledon, matteo berrettini, arthur fils

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/kegigihan-buahkan-hasil-positif-bagi-matteo-berrettini

Read Entire Article
International | Politik|