Polisi Periksa Green SM Besok, Usut Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

8 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya meningkatkan status kasus kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dari penyelidikan menjadi penyidikan. Polisi berencana memeriksa sejumlah pihak, termasuk perusahaan taksi Green SM.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan lanjutan dijadwalkan dilakukan pada awal pekan depan untuk melengkapi proses penyidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selanjutnya, pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian," ujar Budi kepada wartawan, Minggu (3/5) melansir Detik.

Ia menjelaskan pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran utuh dan objektif terkait rangkaian peristiwa kecelakaan.

"Guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tuturnya.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 31 saksi yang terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi di lokasi, korban, hingga petugas operasional PT KAI.

"Hingga saat ini, penyidik telah meminta keterangan terhadap 31 orang. Yang terdiri atas pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang, saksi di sekitar lokasi, korban, petugas operasional PT KAI, serta pihak-pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut," jelasnya.

Budi menambahkan, penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, mendalami rekaman CCTV, berkoordinasi dengan rumah sakit terkait korban, serta melakukan permintaan visum.

Kasus ini kini ditangani Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam dan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik Green SM diduga mengalami korsleting dan berhenti di tengah rel dekat stasiun. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta hingga menyebabkan rangkaian kereta terhenti di jalur.

Tak lama berselang, KRL lain yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat insiden tersebut tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Jakarta, sehingga memicu kecelakaan beruntun.

Perusahaan taksi Green SM Indonesia sudah buka suara soal satu unit kendaraannya yang terlibat dalam insiden kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

Dalam pernyataannya di Instagram @id.greensm, perusahaan taksi listrik tersebut menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Green SM Indonesia pun menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," demikian pernyataan itu.

(lau/dmi)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Politik|