Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus mematangkan kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang fase puncak haji 2026.
Berdasarkan hasil inspeksi mendalam yang dilakukan Satgas Operasi Armuzna bersama pihak syarikah (penyedia layanan), transformasi infrastruktur di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.
Di Mina, di mana ribuan kasur baru mulai didistribusikan secara merata. Salah satu titik krusial yang menjadi fokus Kemenhaj tahun ini adalah area sanitasi atau toilet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Muftiono menyebut guna memecah kepadatan antrean di toilet, Kemenhaj meminta pihak syarikah untuk membangun rangkaian urinoir khusus pria di luar bilik toilet utama.
Selain itu, fasilitas toilet kini didesain lebih inklusif dengan penyediaan jalur khusus dan tangga ramah disabilitas.
Menurutnya, pemantauan terhadap pihak syarikah dilakukan secara ketat setiap harinya untuk memastikan seluruh spesifikasi sesuai dengan kontrak layanan.
"Pada saat awal kita melakukan pengecekan, progres baru mencapai sekitar 60 persen. Namun, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ujar Muftiono dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).
Di kawasan Arafah, peningkatan fasilitas terlihat mulai dari sistem keamanan hingga kenyamanan termal. Seluruh lorong antar-tenda kini telah dilengkapi CCTV yang beroperasi 24 jam.
Untuk menghalau hawa panas gurun, setiap tenda telah dipasangi lantai tambahan (parquet/interlock) di bawah karpet. Per tenda jua dilengkapi dengan 2-3 unit AC. Setiap jemaah dipastikan akan menerima satu kasur busa baru, bantal, seprai, dan selimut.
(pta/pta)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4
















































