Kejati Jatim Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim Terkait Pungli Perizinan

8 hours ago 9

Surabaya, CNN Indonesia --

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menggeledah kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (16/4). Penggeledahan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan perizinan.

Pantauan di lokasi, tim penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim tiba di kantor yang berlokasi di Surabaya itu sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga pukul 18.30 WIB, petugas masih menyisir sejumlah ruangan untuk mencari dokumen dan barang bukti.

Area kantor dijaga ketat oleh pengamanan internal kejaksaan, aparat Polisi Militer, hingga petugas keamanan. Akses masuk bagi pihak luar pun dibatasi selama proses penggeledahan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono, mengonfirmasi penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan korupsi di sektor layanan publik.

"Benar, terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pungutan liar dalam penerbitan perizinan pada Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Hari ini penyidik melakukan penggeledahan di kantor Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur untuk mencari dan menemukan alat bukti yang mendukung, baik berupa dokumen atau surat maupun barang bukti elektronik (BBE)," kata Adnan saat dikonfirmasi.

Adnan menjelaskan, penyidik tengah berupaya memperkuat konstruksi perkara dengan menelusuri dokumen administrasi serta perangkat elektronik yang disinyalir berkaitan dengan praktik rasuah dalam layanan perizinan sektor energi.

Kendati demikian, pihak Kejaksaan masih menutup rapat informasi mengenai siapa saja pihak yang telah diperiksa maupun daftar tersangka dalam kasus ini.

"Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," ujarnya.

Tim penyidik masih berada di lapangan dan belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil sementara dari penggeledahan tersebut.

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|