Kebakaran Maut Grogol: Diduga Tiang Konslet, Ada Sepeda Listrik Dicas

3 hours ago 6
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Satu keluarga yang terdiri atas lima orang tewas dalam kebakaran yang melanda rumah di Jalan Rambutan Timur VI, Kelurahan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat (Jakbar), pada Jumat (17/4) dini hari WIB.

Lima korban itu diduga meninggal dunia akibat terjebak kepulan asap saat kebakaran melanda tempat tinggal mereka dini hari tadi.

Dari penyelidikan sementara diduga api berasal dari korsleting listrik atau arus pendek yang terjadi di tiang listrik depan rumah keluarga korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepolisian mengungkapkan berdasarkan keterangan petugas pemadam, terdapat sepeda listrik yang tengah diisi daya di dalam rumah korban terkait peristiwa kebakaran yang menewaskan satu keluarga tersebut.

Api kemudian dengan cepat masuk ke dalam rumah ketika para korban tengah terlelap pada dini hari tadi.

Berikut fakta-fakta terkait kebakaran maut yang memakan korban jiwa satu keluarga di Tanjung Duren, Grogol Petamburan pada Jumat dini hari tadi:

Sepeda listrik

Walaupun mendapatkan informasi mengenai sepeda listrik yang sedang dicas atau isi daya (charge), polisi belum dapat memastikan keterkaitannya  dengan kebakaran tragis tersebut.

"Informasi yang kami dapat dari petugas, itu di dalam (rumah), itu ada sepeda listrik yang sedang di-charge," kata Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan di Jakarta, Jumat siang dikutip dari Antara.

Alex mengatakan untuk memastikan dugaan penyebab kebakaran, Tim Pusat Laboratorium Forensik diterjunkan ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

"Nah, untuk memastikan itu, kita sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), sudah dipasang police line. Sore, petugas dari Labfor dari Bogor akan menuju ke Grogol Petamburan, Tanjung Duren, untuk melakukan penyelidikan secara saintifik," tutur Alex.

Percikan dan ledakan kabel di tiang depan rumah

Sebelumnya, berdasarkan keterangan saksi, polisi mengatakan kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Grogol Petamburan itu berawal dari percikan serta ledakan kabel listrik di luar rumah korban.

"Saksi mendengar bahwasannya adanya percikan yang seperti ledakan. Waktu ketika (saksi) keluar dari rumah, kabel listriknya meledak. Dia melihat kabel listriknya meledak, terus segera menghubungi pihak berwajib," ujar Alex.

Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, sambung dia, api sudah merambat ke dalam rumah korban yang berada di depannya.

Senada, Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Abdul Syukur menyebutkan kebakaran itu diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di tiang listrik di depan rumah korban.

Api kemudian dengan cepat masuk ke dalam rumah ketika para korban tengah tertidur.

"Yang terbakar rumah tinggal. Api diduga dari korsleting listrik di tiang listrik dan langsung masuk ke rumah," ujar Abdul.

Kendala petugas

Pihak pemadam mengaku kesulitan memadamkan api karena kondisi rumah korban yang digembok dari dalam dan dipasangi teralis besi.

"Kesulitannya, karena rumah itu digembok. Kita jebol paksa akhirnya untuk masuk ke rumah tersebut," terang Abdul.

Respons Pemkot Jakbar

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mendorong investigasi penyebab kebakaran yang menewaskan satu keluarga di Jalan Rambutan Timur VI dini hari tadi.

Dia mengatakan untuk sementara, kebakaran itu diduga terjadi akibat arus pendek listrik. Namun, pemicu insiden kelistrikan itu masih terus didalami, termasuk dugaan kebakaran bermula dari korsleting pada tiang listrik di depan rumah korban.

"Hari ini juga kita lihat penyebabnya adalah listrik, kondisi listrik, yang masih terus didalami dari sisi investigasi sebab utama dari korsleting listrik tersebut," kata Iin.

Satu keluarga korban tewas terjebak

Setelah api dipadamkan, petugas langsung mengevakuasi seluruh korban yang merupakan satu keluarga itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Iin menyebut diduga  satu sekeluarga itu tewas akibat terjebak di lantai dua rumah saat kebakaran terjadi.

"Pada saat kejadian, api kan mulai dari bawah, dari lantai satu. Lima orang tadi yang tinggal di dalam, mereka menyelamatkan dirinya ke atas, ke lantai atas. Mungkin pada saat dia turun ini, korban tidak bisa keluar lagi karena sudah terkepung api," ujar Iin.

Lebih lanjut, dia menuturkan petugas pemadam telah mengambil tindakan cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.

"Jadi, pukul 02.18 WIB itu kejadian, jam 02.20 WIB tim Gulkarmat (Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) sudah berangkat ke lokasi. Jadi, sudah sangat cepat dalam melakukan tindakan. Kemudian, tibanya jam 02.22 WIB, mulai operasi 02.23 WIB, (api) dilokalisasi pukul 02.47 WIB dan pendinginan pukul 02.52 WIB," papar Iin.

(antara/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Politik|