Ligaolahraga.com -
Pegolf Spanyol Jon Rahm mengakui dirinya masih terikat kontrak jangka panjang dengan LIV Golf dan tidak melihat banyak peluang untuk keluar, di tengah ketidakpastian masa depan liga tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rahm pada Selasa (5/5) saat konferensi pers menjelang turnamen LIV Golf pekan ini di Trump National Golf Club, Sterling, Virginia.
Ia menyebut kontraknya masih menyisakan beberapa tahun ke depan dan dirancang dengan ketat.
“Saat ini saya masih memiliki beberapa tahun tersisa dalam kontrak. Saya rasa kontrak itu disusun dengan sangat baik, jadi saya tidak melihat banyak cara untuk keluar,” ujar Jon Rahm.
Situasi ini muncul setelah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi mengumumkan akan menghentikan pendanaan LIV Golf setelah musim 2026.
Keputusan tersebut memicu ketidakpastian terkait kelangsungan liga yang sejak awal menarik sejumlah pemain top dunia dengan kontrak bernilai besar.
Jon Rahm, yang bergabung dengan LIV Golf pada akhir 2023, dilaporkan menerima kontrak bernilai sekitar 300 juta dolar AS.
Ia saat ini tampil sebagai juara bertahan dua kali berturut-turut di kategori individu dan memimpin klasemen musim ini dengan dua kemenangan serta tiga kali finis runner-up.
Meski demikian, Rahm menegaskan belum ingin terlalu memikirkan masa depan kontraknya. Ia memilih fokus menyelesaikan musim berjalan dan bersaing di turnamen mayor.
“Kami masih memiliki musim untuk dijalani dan beberapa turnamen besar. Itu yang menjadi fokus saya saat ini,” katanya.
Rahm juga mengungkapkan bahwa para pemain sebelumnya mendapat informasi bahwa pendanaan PIF akan berlangsung dalam jangka panjang.
Karena itu, ia mengaku terkejut ketika kabar penghentian dana tersebut muncul.
“Saya pikir itu hanya rumor pada awalnya. Namun kemudian menjadi kenyataan, dan tentu saja itu tidak terduga,” ujar Rahm.
Di tengah situasi tersebut, CEO LIV Golf Scott O'Neil menyatakan pihaknya tengah menyusun rencana bisnis baru untuk menjaga keberlanjutan liga.
Proses tersebut mencakup pencarian investor baru serta penguatan struktur kompetisi.
Menurut O’Neil, LIV Golf tetap akan mempertahankan format berbasis tim yang menjadi ciri khas liga.
Ia menilai nilai bisnis terbesar berada pada tim-tim yang ada, seperti Legion XIII, Crushers GC, dan RangeGoats GC, yang berpotensi dijual kepada investor.
Jon Rahm menyambut upaya tersebut, namun menekankan bahwa setiap perubahan model bisnis membutuhkan persetujuan dari mayoritas pemain dan pemangku kepentingan.
“Saya percaya akan ada kompromi dari semua pihak agar rencana baru bisa berjalan,” katanya.
Dengan kontrak yang masih mengikat dan arah liga yang sedang disusun ulang, masa depan Rahm di LIV Golf diperkirakan akan sangat bergantung pada hasil restrukturisasi yang tengah dilakukan manajemen.
Artikel Tag: jon rahm, public investment fund, liv golf
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/jon-rahm-sebut-opsi-keluar-dari-liv-golf-sangat-terbatas


















































