Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Joao Fonseca yakin ia harus memperbaiki mentalitasnya di lapangan setelah kalah di babak ketiga Madrid Open musim 2026 dari sesama petenis remaja, Rafael Jodar.
Petenis unggulan ke-27 yang melakoni pertandingan pertama di Madrid Open setelah mendapat kemenangan melalui WO di babak sebelumnya kalah tiga set dari petenis favorit tuan rumah, Jodar. Setelah merebut set kedua, ia runtuh di set penentu, di mana ia kalah lima game berturut-turut dan hanya mampu menghasilkan satu winner.
Pertandingan tersebut merupakan pertemuan pertama di antara kedua petenis berusia 19 tahun di turnamen ATP
“Tentu saja, ada strategi teknis yang diterapkan. Tetapi, saya pikir aspek terpenting dari pertandingan itu adalah permainan mental,” aku Fonseca.
“Kami berdua melangkah ke lapangan dengan perasaan sedikit gugup, yang sepenuhnya normal. Itu adalah pertandingan pertama saya di Madrid, sementara baginya itu adalah pertandingan ketiganya. Ditambah lagi, kami berdua adalah petenis muda yang saling berhadapan, yang mau tidak mau membuat kami terlalu banyak berpikir.”
“Ia mendapatkan peluang break pertama, kemudian saya berhasil membalasnya. Kami berdua bermain di level tinggi. Di babak tiebreak, saya rasa ia sedikit lebih baik. Saya melewatkan beberapa pukulan yang seharusnya tidak saya lewatkan. Ia memanfaatkan peluangnya, bermain dengan baik, dan memenangkannya.”
“Di awal set ketiga saya merasa lebih baik, bahkan saya bisa mengatakan saya lebih unggul darinya. Saya lebih banyak mengambil inisiatif dalam pertandingan. Tetapi, setelah kedudukan 40/15, ketika saya melewatkan beberapa pukulan forehand yang mudah, rasa frustrasi mulai muncul.”
Petenis berkebangsaan Brazil telah memenangkan 10 dari 18 pertandingan sejauh ini pada musim 2026, mencapai perempatfinal di dua turnamen sebelumnya. Saat ini ia berada di peringkat 29 dunia, lima peringkat di bawah peringkat terbaik dalam kariernya sampai sejauh ini.
Meskipun ia memiliki masa depan yang cerah, ia mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal aspek mental permainannya. Ia dilatih oleh Guilherme Teixeira.
“Sikap saya di lapangan perlu diperbaiki. Ini adalah area yang perlu kita kerjakan,” tutur Fonseca. “Dalam hal itu, saya merasa bahwa itu jelas merupakan pertandingan yang sulit. Fokus utama saya adalah pada aspek mental, karena saya tahu kami berdua merasakan tekanan. Sayangnya, saya tidak mampu mengatasinya di set ketiga.”
Sedangkan untuk Jodar, ia terus menanjak pesat di peringkat dunia. Awal musim ini, ia berada di peringkat 168 dunia, tetapi sekarang ia menghuni peringkat 42. Sejak mencapai babak ketiga Miami Open sebagai qualifier, ia telah memenangkan gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Marraesh, Maroko dan mencapai semifinal di Barcelona. Ia telah memenangkan 11 dari 12 pertandingan yang dimainkan di clay-court musim ini.
“Ia petenis hebat yang mencapai hasil yang mengesankan dan menanjaki peringkat dengan sangat cepat,” komentar Fonseca tentang Jodar. “Ia memiliki semua kualitas untuk menjadi petenis luar biasa. Menghadapi lawan yang lebih muda dari saya di turnamen ATP membuat saya sedikit gugup. Itu adalah situasi yang harus kita biasakan dan lihat bagaimana kita menanggapinya.”
Artikel Tag: madrid open, joao fonseca
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/joao-fonseca-akui-harus-perbaiki-mentalitas-usai-kekalahan-di-madrid


















































