Ligaolahraga.com -
Petinju kelas menengah super Diego Pacheco kembali menunjukkan statusnya sebagai salah satu penantang utama gelar dunia.
Ia meraih kemenangan technical knockout (TKO) atas Immanuwel Aleem pada ronde ke-11 dalam pertarungan yang berlangsung di Dignity Health Sports Park, Carson, California, Sabtu (19/7) waktu setempat.
Diego Pacheco tampil dominan sepanjang pertandingan dan akhirnya memaksa wasit Ray Corona menghentikan duel setelah Aleem terus menerima rentetan pukulan keras.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri rentetan tiga pertarungan beruntun yang harus diselesaikan Pacheco melalui keputusan juri.
Petinju berusia 25 tahun itu memang sengaja mengambil lawan dengan tingkat persaingan yang sedikit lebih rendah setelah penampilannya dinilai kurang meyakinkan saat mengalahkan Kevin Lele Sadjo pada Desember lalu.
Langkah tersebut terbukti berhasil mengembalikan kepercayaan dirinya sebagai petinju dengan kemampuan penyelesaian cepat.
"Semua orang tahu saya adalah petinju yang mengincar knockout. Sejak masih amatir saya selalu mampu menghentikan lawan. Tiga pertarungan terakhir yang berakhir dengan keputusan juri benar-benar mengganggu saya, jadi saya ingin memastikan kali ini bisa menyelesaikan pertarungan sebelum ronde terakhir," kata Diego Pacheco.
Bersama pelatih barunya, Buddy McGirt, Pacheco memperlihatkan performa yang lebih agresif. Ia mengandalkan jab untuk mengontrol jarak sekaligus melancarkan serangan ke tubuh lawan secara konsisten.
Berdasarkan statistik pertandingan, Pacheco mendaratkan 123 dari 314 jab atau sekitar 39 persen, serta 145 dari 288 pukulan bertenaga dengan akurasi mencapai 50 persen.
Tekanan tanpa henti mulai terlihat sejak pertengahan laga. Pacheco semakin leluasa melancarkan uppercut dari jarak dekat dan beberapa kali membuat Aleem berada dalam posisi tertekan.
Ia nyaris mengakhiri pertandingan pada ronde ketujuh dan kesepuluh, namun Aleem yang dikenal tangguh masih mampu bertahan hingga bel ronde berbunyi.
Puncaknya terjadi pada ronde ke-11 ketika Pacheco melancarkan kombinasi pukulan keras yang menjatuhkan Aleem ke kanvas.
Meski sempat memberikan kesempatan kepada Aleem untuk melanjutkan pertarungan, wasit akhirnya menghentikan laga setelah melihat petinju tersebut terus menerima pukulan tanpa mampu memberikan perlawanan berarti di hadapan pendukung Pacheco.
Kemenangan ini membuka kembali peluang Pacheco menuju perebutan gelar dunia kelas menengah super.
Promotornya, Eddie Hearn, mengatakan pihaknya menargetkan Diego Pacheco bisa menjalani pertarungan perebutan sabuk juara paling lambat pada awal 2027.
Hearn bahkan menyebut duel melawan Jaime Munguia, yang kini memegang gelar WBA kelas menengah super, sebagai salah satu opsi terbaik.
Menurutnya, Pacheco dijadwalkan kembali bertanding sekitar November mendatang dan diharapkan tetap tampil di Dignity Health Sports Park menghadapi lawan dengan nama besar.
Jika kesempatan menghadapi Munguia terwujud, Hearn optimistis Pacheco mampu merebut gelar sebelum kemudian mengincar pertarungan menghadapi Saul "Canelo" Alvarez.
Meski target tersebut masih tergolong ambisius, performa Pacheco menunjukkan bahwa ia terus berkembang di divisi yang saat ini terbuka bagi para penantang baru.
Pada laga pendamping utama, peraih medali emas Olimpiade Tokyo asal Kuba, Andy Cruz, bangkit dari kekalahan pertamanya di level profesional dengan menghentikan Abraham Montoya pada ronde ketiga.
Cruz menjatuhkan Montoya pada akhir ronde kedua sebelum menuntaskan pertarungan lewat rentetan pukulan yang memaksa wasit menghentikan duel pada detik ke-54 ronde ketiga.
Artikel Tag: jaime munguia, diego pacheco
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/diego-pacheco-hentikan-immanuwel-aleem-kembali-dekati-perebutan-gelar


















































