Carl Froch Beberkan Alasan Naseem Hamed Gagal Jadi Legenda Sepanjang Masa

2 hours ago 1

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju: Naseem Hamed kembali menjadi bahan perbincangan setelah legenda tinju Inggris Carl Froch menyebut sang mantan juara dunia memiliki potensi besar untuk tercatat sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Penilaian tersebut muncul dari pandangan Froch bahwa karier Hamed berakhir terlalu cepat, tepat saat ia masih berada di usia emas seorang petinju profesional.

Carl Froch sendiri merupakan salah satu figur penting dalam sejarah tinju Inggris, dengan empat kali meraih gelar juara dunia kelas super middleweight. Sepanjang kariernya, Froch menghadapi banyak lawan elite dan memahami betul standar yang dibutuhkan untuk menjadi petinju kelas dunia. Dari sudut pandangnya, bakat alami seperti yang dimiliki Hamed merupakan anugerah langka.

Dalam diskusi mengenai siapa petinju terbaik yang pernah dimiliki Inggris, tidak pernah ada satu nama yang disepakati semua pihak. Generasi lama kerap menyebut Ted Kid Lewis, Jimmy Wilde, atau Bob Fitzsimmons, meski minimnya dokumentasi membuat kiprah mereka sulit diukur oleh publik modern. Di era yang lebih baru, nama Lennox Lewis dengan dominasinya di kelas berat dan Joe Calzaghe dengan rekor tak terkalahkan sering menjadi rujukan.

Namun bagi Froch, Prince Naseem Hamed memiliki sesuatu yang berbeda. Gaya bertarungnya yang unik, refleks luar biasa, serta kecepatan tangan dan kaki menjadikannya ikon di kelas featherweight pada masanya. Dalam wawancara bersama Press Insights, Froch mengungkapkan kekagumannya, sekaligus penyesalan atas keputusan Hamed pensiun di usia 28 tahun.

“Dia pensiun di usia 28 tahun. Menurut saya, Naseem Hamed bisa saja menjadi salah satu petinju terhebat sepanjang masa. Itu bakat yang terbuang,” ujar Froch, dengan nada jujur namun penuh apresiasi.

Froch menilai Hamed hanya membutuhkan sedikit penyesuaian untuk bersaing di level tertinggi dalam waktu yang lebih lama. Terutama dari sisi pertahanan, yang selama ini lebih mengandalkan refleks dan pergerakan alami.

“Dia sudah menghasilkan banyak uang dari tinju, tapi secara prestasi dia masih bisa melangkah lebih jauh. Cukup merapikan pertahanan ketika menghadapi lawan kelas atas,” lanjutnya.

Menurut Froch, jika Hamed mau lebih disiplin dalam bertahan dan tetap berada di bawah bimbingan mendiang Brendan Ingle, potensinya akan berkembang lebih maksimal. Ia menilai Ingle adalah sosok yang sangat memahami karakter dan gaya bertinju Hamed.

Naseem Hamed sendiri pernah menyatakan bahwa cedera tangan menjadi alasan utama di balik keputusannya pensiun dini, karena kekuatan pukulannya mulai menurun. Meski demikian, sebagian pengamat menilai kekalahan dari Marco Antonio Barrera turut mengikis gairahnya di dunia tinju, hingga akhirnya ia memilih mengakhiri karier lebih cepat dari yang diharapkan banyak pihak.

Artikel Tag: naseem hamed, carl froch

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/carl-froch-beberkan-alasan-naseem-hamed-gagal-jadi-legenda-sepanjang-masa

Read Entire Article
International | Politik|