Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Jannik Sinner menyatakan bahwa tekanan baginya untuk bersinar di French Open dengan absennya Carlos Alcaraz adalah sesuatu yang ia hadapi dengan tenang.
Petenis peringkat 1 dunia menjadi petenis yang sangat difavoritkan memenangkan gelar French Open untuk kali pertama dalam kariernya. Saat ini ia mengantongi 30 kemenangan beruntun setelah memenangkan lima gelar Masters secara beruntun pada musim ini dan dua di antaranya digelar di clay-court.
Kemenangan teranyar ia petik usai mengalahkan petenis tuan rumah, Clement Tabur dengan tiga set langsung di babak pertama French Open. Di sepanjang pertandingan, ia tidak menghadapi peluang break point. Selain itu, ia melesatkan 40 winner dengan melakukan 21 unforced error.
“Memulai sebuah turnamen selalu sangat istimewa dan bermain di sesi malam sangat menyenangkan,” ungkap Sinner.
“Ia kompetitor yang sangat tangguh, jadi, saya menantikannya. Kami melakoni sejumlah reli yang sangat impresif, jadi, saya merasa sangat gembira tentang level saya. Babak pertama turnamen tidak pernah mudah, jadi, saya merasa sangat senang.”
Petenis berusia 24 tahun bermain dengan kondisi yang cukup panas, tetapi ia merasa percaya diri ia bisa berkompetisi kapan pun. Menurut data yang diberikan kepada kantor berita AFP, 25 pengunjung turnamen dirawat karena masalah terkait cuaca panas pada hari Senin (25/5) dan 15 lainnya pada hari Selasa (26/5). Gelombang panas diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan sebelum mereda pekan depan.
“Saya mengatasi cuaca panas dengan sangat baik di Indian Wells. Kondisinya sangat panas musim ini, jadi, saya tidak memiliki masalah di sana,” tutur Sinner.
“Tentu, panas di sini berbeda, tetapi kelembabannya tidak setinggi mungkin di Australia atau AS. Besok adalah hari yang baik untuk membiasakan diri dengan cuaca panas dan kita akan lihat kapan saya akan bermain lagi.”
Petenis berkebangsaan Italia masih harus memenangkan enam pertandingan lagi sebelum menjadi petenis putra Italia pertama yang memenangkan French Open sejak Adriano Panatta 50 musim lalu. Ia sudah begitu dekat untuk mengakhiri paceklik tersebut musim lalu setelah ia lolos ke final dan menciptakan tiga peluang match point. Tetapi ia kalah dari Alcaraz di final terpanjang sampai sejauh ini dalam sejarah Grand Slam tersebut.
Setelah begitu dekat dengan kemenangan, dahaga petenis berusia 24 tahun akan gelar tersebut pasti semakin meningkat. Jika ia berhasil melakukannya musim ini, ia juga akan menorehkan Career Grand Slam, yaitu memenangkan keempat gelar Grand Slam. Mengenai tekanan yang dihadapinya, ia melihat sisi positifnya.
“Jika anda tidak merasakan tekanan, itu artinya anda tidak peduli,” tambah Sinner. “Saya sangat peduli tentang apa yang berusaha saya capai di lapangan tenis dan pada waktu yang sama, saya tahu jika saya kalah maka itu bukan akhir dunia.”
“Saya berusaha sebaik mungkin. Saya seorang kompetitor. Saya berusaha menempatkan diri saya sendiri di posisi terbaik yang memungkinkan.”
Di babak kedua French Open, Sinner akan bertemu petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo.
Artikel Tag: french open, jannik sinner, carlos alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/bagi-jannik-sinner-jika-tak-merasa-tertekan-berarti-tak-peduli


















































