Aleksander Ceferin Boikot Final Piala Dunia, UEFA Bersitegang dengan FIFA

11 hours ago 12

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Aleksander Ceferin menjadi sorotan setelah dilaporkan memboikot partai final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap FIFA. Menurut laporan media Inggris, Presiden UEFA sengaja tidak menghadiri laga puncak turnamen tersebut sebagai sinyal bahwa hubungan antara badan sepak bola Eropa dan federasi sepak bola dunia sedang berada dalam titik yang menegangkan.

Akar perselisihan bermula dari keputusan FIFA yang mencabut kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sebelum pertandingan Piala Dunia melawan Belgia. Keputusan itu diambil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali hukuman tersebut. UEFA kemudian mengecam langkah komite disiplin FIFA yang dinilai "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan." Menurut laporan media Inggris, UEFA juga menilai keputusan tersebut telah "melewati garis merah".

Ketegangan semakin meningkat karena sejumlah persoalan lain. FIFA dinilai gagal menyikapi penolakan otoritas Amerika Serikat yang tidak mengizinkan wasit Somalia, Omar Artan, memasuki negara itu. Sebagai respons, UEFA menunjuk Artan untuk memimpin pertandingan Piala Super UEFA bulan depan. Selain itu, FIFA juga dianggap tidak mampu memastikan Iran mendapatkan perlakuan yang setara dengan peserta lain selama Piala Dunia.

Situasi itu semakin menguat setelah pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi timnya. "Kami adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia," ujar Ghalenoei. Di sisi lain, Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Markwayne Mullin, juga melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi. "Saya menari dengan gembira ketika Iran tersingkir," katanya.

Perbedaan pandangan juga terlihat pada sejumlah inovasi yang diperkenalkan FIFA di Piala Dunia. UEFA hingga kini belum mengadopsi jeda hidrasi, protokol VAR untuk kasus salah identitas yang sempat berujung kartu merah bagi Breel Embolo saat Swiss menghadapi Argentina di perempat final, maupun aturan kartu bagi pemain yang menutupi mulut ketika berbicara dengan lawan. Aleksander Ceferin bahkan telah mengkritik format baru Piala Dunia 48 tim sebelum turnamen dimulai. "Kami memiliki terlalu banyak pertandingan yang sama sekali tidak menarik," katanya kepada sebuah surat kabar di Slovenia.

Selain format kompetisi, perhatian Aleksander Ceferin juga tertuju pada harga tiket Piala Dunia yang dinilainya terlalu mahal. UEFA menegaskan akan tetap menyediakan dua kategori tiket "fan first" pada Euro 2028 di Inggris dan Irlandia. Sebanyak 40 persen tiket akan dijual dengan harga di bawah 30 pound sterling atau di bawah 60 pound sterling, serta tanpa menerapkan sistem harga dinamis. Meski memboikot final, ia sebelumnya tetap menghadiri laga pembuka Piala Dunia di Mexico City pada 11 Juni.

Artikel Tag: uefa, fifa, piala dunia, aleksander ceferin, piala dunia 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/aleksander-ceferin-boikot-final-piala-dunia-uefa-bersitegang-dengan-fifa

Read Entire Article
International | Politik|